Berita Terkini
10 Juli 2013, 11:14
Bobroknya Birokrasi Jalur Merah Bea Cukai di Pelabuhan
01 Maret 2013, 09:00
Pelindo II Pilih Mitsui untuk Terminal Kalibaru
06 Februari 2013, 10:00
Pelindo II Raih Pendapatan Rp 5,63 Triliun
02 Februari 2013, 11:10
PELABUHAN PRIOK: Lahan Ditata Lebih Baik Untuk Penambahan Kapasitas
28 Januari 2013, 11:19
DWELLING TIME: Setelah Koja, Waktu Tunggu Di JICT Cukup 4-5 Hari
Pelacakan
Silahkan masukkan nomor resi pengiriman. Kemudian tekan tombol 'Cari'
Home  >  Berita  >  Pelindo II Raih Pendapatan Rp 5,63 Triliun
Pelindo II Raih Pendapatan Rp 5,63 Triliun
Pelindo II Raih Pendapatan Rp 5,63 Triliun
Rabu, 06 Februari 2013 10:00

JAKARTA, KOMPAS.com —PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) mencatat total pendapatan sebesar  Rp 5,63 triliun pada tahun 2012 atau naik sebesar 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total pendapatan itu, IPC mencatat penerimaan laba Rp 1,79 triliun naik 21 persen dibandingkan tahun 2011.

Kenaikan juga terlihat dari arus peti kemas yang melewati pelabuhan-pelabuhan yang dikelola IPC. Sepanjang tahun 2012 tercatat arus peti kemas sebanyak 6.445.791 TEUs, naik 9 persen dibandingkan tahun 2011 sebanyak 5.918.797 TEUs.

Penyumbang terbesar trafik peti kemas ini adalah Pelabuhan Tanjung Priok yang melayani 5.830.589 TEUs atau sebanyak 98 persen dari total arus peti kemas seluruh pelabuhan yang dikelola IPC.

Di luar peti kemas, kenaikan trafik arus barang juga terjadi di dermaga curah ataupun konvensional, seperti pada general cargo yang mengalami kenaikan 8,4 persen dari 19 juta ton menjadi 21 juta ton. Curah cair naik 4, 8 persen dan curah kering naik 9,7 persen.

IPC sejak tahun 2012 pun telah mengakselerasi perubahan penanganan bisnis. Perusahaan yang semula bekerja secara regional base akan berubah menjadi business base melalui pembentukan anak-anak perusahaan yang lebih fokus dan optimal dalam menangani masing-masing line business.

“Kami ingin IPC menjadi entitas operator terminal yang dapat memberikan pelayanan operasional yang lebih baik sehingga pada akhirnya IPC mampu memberikan end to end port solutions kepada para pengguna jasa,” ujar Direktur Utama Pelindo II RJ Lino, Selasa (5/3/2013), di Jakarta.

Sebagai bagian dari usaha untuk memberikan pelayanan yang optimal, tahun 2012 IPC telah melakukan berbagai langkah pengembangan korporasi sesuai dengan standar internasional. Sebelumnya, IPC hanya memiliki lima anak perusahaan dan afiliasi. Pada tahun 2012, IPC membentuk lima anak perusahaan baru dan mempersiapkan diri membentuk lima anak perusahaan pada tahun 2013 .

Sementara dari sisi hard infrastructure, IPC melakukan pembenahan pada berbagai fasilitas pelabuhan serta peralatan handling kontainer.

Penempatan teknologi modern berupa Gantry Hib Crane, QCC Twin, dan RMCG dilakukan di Pelabuhan Panjang, Pontianak, Teluk Bayur, Pangkal Balam, dan Palembang. IPC juga melakukan optimalisasi dan konfigurasi lahan serta pembangunan terminal NewPriok di Pelabuhan Tanjung Priok.

Pada tahun 2013, IPC siap mengoperasikan sistem Indonesia Logistics Community Service (ILCS) dan sistem Pendulum Nusantara. Melalui ILCS, proses bisnis akan lebih sederhana sehingga mampu mendorong produktivitas sebesar 30-60 persen.

Hal ini akan berdampak pada penurunan waktu tunggu (dwelling time) sehingga dapat meningkatkan daya saing Indonesia dalam industri kepelabuhanan dunia.

Beberapa keuntungan lain yang ditawarkan melalui sistem ILCS adalah keberlangsungan informasi antara satu pelabuhan dan pelabuhan lain, kemudahan penyerahan data yang lengkap dan terkini melalui e-logistic, transaksi data yang aman dan efisien, serta akses data yan g tersentralisasi dan transparan.

Program ILCS akan berjalan berdampingan dengan Indonesia National Single Window (INSW) untuk secara bersama-sama memperbaiki kualitas sektor logistik Indonesia.

Untuk mendorong peningkatan roda perekonomian nasional, perlu ada partisipasi berbagai pemangku kepentingan kepelabuhanan lainnya.

“IPC tidak mungkin bisa bekerja sendirian. Kami perlu dukungan berbagai pihak, termasuk dari pemerintah. Kami berharap pemerintah dapat menjaga berbagai kebijakan yang akan dikeluarkan agar tetap sejalan dengan semangat menurunkan biaya logistik nasional dan kami berharap tidak berbenturan dengan kepentingan kami dari kacamata bisnis,” ujar RJ Lino.

RJ Lino juga mengungkapkan harapannya agar pembangunan Terminal NewPriok tetap menjadi prioritas utama pembangunan pelabuhan di Indonesia sekaligus menepis kekhawatiran terjadinya kongesti di Pelabuhan Tanjung Priok pada tahun-tahun mendatang.

IPC selanjutnya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk ikut bergerak mendukung perbaikan dan pengembangan pelabuhan. Bukan hanya hal-hal yang terkait pelayanan pelabuhan seperti proses perizinan keluar masuk barang, melainkan juga berbagai infrastruktur penunjang seperti di antaranya akses menuju pelabuhan.

Editor :
Tjahja Gunawan Diredja

 

Copyright © 2013 IndoExpress. All Rights Reserved.
Hubungi Kami :
Call : +6221 65303226
Fax : +6221 65303610
Email : inq@indoexpress.co.id
x