HS Code (Harmonized System Code) adalah kode klasifikasi barang yang dipakai di seluruh dunia untuk kepabeanan. Kode ini menentukan tarif bea masuk, pajak, dan izin (LARTAS) suatu barang saat diimpor. Memahaminya adalah langkah pertama impor yang benar.
Butuh barangnya sampai ke alamat, bukan cuma sampai pelabuhan? Lihat jasa import door to door kami: dijemput di supplier (add-on asal), bea cukai diurus, diantar ke alamat (min 50 kg, harga sama dengan app).
HS Code adalah sistem penomoran barang yang diselaraskan secara internasional (Harmonized System). Setiap barang punya kode yang menentukan: besar Bea Masuk, pengenaan PPN/PPh, dan apakah barang termasuk LARTAS (butuh izin). Di Indonesia, HS dijabarkan dalam BTKI.
Enam digit pertama sama secara internasional: 2 digit Bab, 4 digit Pos, 6 digit Sub-pos. Indonesia menambah penjabaran menjadi 8 digit (pos tarif nasional/BTKI) untuk menentukan tarif & ketentuan lebih rinci.
Cari HS berdasarkan uraian barang di portal INSW (insw.go.id)/BTKI, lalu lihat tarif bea masuk & status LARTAS-nya. Langkah lengkap: Cara Cek LARTAS & HS Code dan Cara Hitung Bea Masuk & Pajak.
Satu barang bisa mirip beberapa pos tarif. Salah klasifikasi = salah bea masuk & salah izin, berisiko barang tertahan atau kena sanksi. Tim kepabeanan kami membantu menentukan HS yang tepat sebelum barang dikirim.
Terkait: Cek LARTAS & HS Code · Hitung Bea Masuk & Pajak · LARTAS & Izin · Cara Impor Barang.
Pos tarif dibaca dari kiri ke kanan, makin ke kanan makin rinci: dua digit pertama menunjukkan bab (kelompok besar barang), empat digit menunjukkan pos, enam digit adalah subpos yang berlaku internasional, dan delapan digit adalah rincian nasional Indonesia di BTKI. Ketika seseorang menyebut "HS code 6 digit", itu bagian yang sama di semua negara; yang menentukan kewajiban impor di Indonesia tetap versi 8 digitnya.
Menentukan pos tarif bukan soal mencocokkan nama barang, melainkan menerapkan Ketentuan Umum Menginterpretasi Harmonized System: barang diklasifikasikan menurut uraian pos dan catatan bagian/bab, barang tidak lengkap yang sudah punya karakter esensial diperlakukan seperti barang jadinya, dan bila dua pos sama-sama mungkin, dipilih uraian yang paling spesifik. Inilah sebabnya dua produk yang di pasar terlihat sejenis bisa masuk pos berbeda.
Besaran bea masuk melekat pada pos tarif, bukan pada nama dagang barang.
PPN dan PPh impor dihitung dari nilai impor, yang ikut dipengaruhi bea masuk.
Kebutuhan izin BPOM, SNI, SDPPI, atau karantina melekat pada pos tarif tertentu.
Fasilitas Form D/E dan perjanjian dagang lain berlaku per pos tarif, dengan syarat asal barang.
Langkah praktisnya ada di panduan kami: cek HS code dan bea masuk (termasuk cara membaca hasil di portal INSW) dan cara cek LARTAS. Untuk menghitung perkiraan biayanya, gunakan kalkulator bea masuk & pajak impor.
Minimum 50 kg itu untuk jalur door to door reguler. Kiriman yang lebih kecil tetap bisa diimpor resmi lewat Drop Point konsolidasi DDP: mulai 10 kg (udara) atau 0,5 CBM (laut; Foshan/Guangzhou 0,5 CBM), harga sudah termasuk bea masuk, pajak, dan antar sampai alamat di Jakarta; kota lain: penerusan sampai gudang/pelabuhan kota tujuan, antar ke alamat dikonfirmasi ops. Perbandingan dua jalur itu ada di impor di bawah 100 kg.