Home › LARTAS Impor › Sertifikat SDPPI (Postel) untuk Impor Perangkat Telekomunikasi
Sertifikat SDPPI (Postel) untuk Impor Perangkat Telekomunikasi
Perangkat telekomunikasi & berfrekuensi radio (WiFi, Bluetooth, seluler, HT/radio, router) wajib memiliki sertifikat SDPPI (Postel) dari Kominfo sebelum diimpor/diedarkan. Ini termasuk Lartas.
Ringkas, tiga baris: 1. Butuh apa: sertifikat perangkat dari SDPPI untuk alat telekomunikasi dan barang dengan modul nirkabel (Wi-Fi, Bluetooth, seluler), termasuk ponsel dan router. 2. Berapa lama: bergantung ketersediaan dokumen teknis pabrik dan pengujian; untuk ponsel ada pula ketentuan TKDN yang perlu dicek lebih dulu. 3. Bagian yang kami urus: pengecekan apakah perangkat termasuk wajib sertifikat, klasifikasi, pengangkutan, kepabeanan, dan pengantaran, plus memberi tahu sejak awal bila barangnya sebaiknya tidak diimpor karena syaratnya tidak terpenuhi.
Kami bantu identifikasi kebutuhan izin dari HS code, memandu proses sertifikasi perangkat (SDPPI/Postel), lalu menangani pengiriman & kepabeanan sampai barang tiba di alamat Bapak/Ibu, satu pintu.
Catatan: status Larangan & Pembatasan (Lartas) dan persyaratan izin ditentukan per HS code & per produk, dan dapat berubah sesuai peraturan terbaru. Selalu verifikasi di sumber resmi (INSW, Bea Cukai, kementerian/lembaga terkait). Halaman ini panduan umum, bukan nasihat hukum.
Pertanyaan yang Sering Ditanya
Semua alat elektronik wajib SDPPI?
Tidak, hanya yang memancarkan frekuensi radio/telekomunikasi. Alat non-RF umumnya tidak, tapi bisa kena SNI. Kami bantu pilah.
Sampel 1 unit wajib sertifikat?
Ada ketentuan untuk contoh/uji; jumlah & tujuan menentukan. Konsultasikan.
Berapa lama sertifikasi SDPPI?
Bergantung pengujian & kelengkapan. Kami bantu agar prosesnya lancar.