Home › LARTAS Impor › Karantina untuk Impor, Hewan, Tumbuhan, Ikan & Pangan
Karantina untuk Impor, Hewan, Tumbuhan, Ikan & Pangan
Impor hewan, tumbuhan, ikan, dan produk pangan/hayati tunduk pada karantina, wajib sertifikat karantina dari negara asal dan tindakan karantina di Indonesia. Termasuk Lartas.
Ringkas, tiga baris: 1. Butuh apa: dokumen karantina dari negara asal (mis. phytosanitary atau health certificate) untuk produk hewan, tumbuhan, dan olahannya, termasuk kemasan kayu. 2. Berapa lama: dokumen disiapkan pengirim di negara asal sebelum pengapalan; pemeriksaan karantina dilakukan saat barang tiba. 3. Bagian yang kami urus: memberi tahu dokumen apa yang harus diminta ke pengirim, pengangkutan, pendampingan pemeriksaan karantina, kepabeanan, dan pengantaran.
Kami bantu identifikasi kebutuhan izin dari HS code, memandu proses pemenuhan persyaratan karantina, lalu menangani pengiriman & kepabeanan sampai barang tiba di alamat Bapak/Ibu, satu pintu.
Catatan: status Larangan & Pembatasan (Lartas) dan persyaratan izin ditentukan per HS code & per produk, dan dapat berubah sesuai peraturan terbaru. Selalu verifikasi di sumber resmi (INSW, Bea Cukai, kementerian/lembaga terkait). Halaman ini panduan umum, bukan nasihat hukum.
Pertanyaan yang Sering Ditanya
Produk olahan pangan tetap kena karantina?
Bergantung jenis & tingkat pengolahan. Sebagian tetap perlu izin BPOM. Kami bantu tentukan.
Bibit tanaman bisa diimpor?
Perlu izin & sertifikat karantina, kadang izin tambahan. Konsultasikan komoditasnya.
Bagaimana kalau tanpa sertifikat karantina?
Berisiko ditolak/ dimusnahkan. Sertifikat asal wajib disiapkan sebelum kirim.