Kontainer impor sering tidak boleh meninggalkan area pelabuhan. Supaya muatannya bisa lanjut ke kota lain, ia dipindahkan ke kontainer domestik di dalam area Priok. Itulah cross stuffing, dan biayanya berdiri sendiri di luar ongkos angkut.
Kontainer pelayaran asing tidak dilepas keluar pelabuhan, sedangkan muatan harus lanjut ke Belawan, Makassar, atau kota lain.
Pekerjaan dilakukan di depo atau CFS di dalam area pelabuhan, jadi kontainer impornya tidak pernah keluar.
Buruh, forklift, dan lift on lift off dua kali. Dihitung per kontainer, bukan per kg.
Muatan lanjut dengan kontainer domestik, dan tarifnya mengikuti rute antar-pulau biasa.
Untuk satu kontainer 40 kaki dengan muatan sekitar 25 ton, pekerjaan pindah muatan di dalam area Priok berada di kisaran Rp 3.500.000 sampai Rp 5.000.000 per kontainer. Angka itu sudah memuat buruh, forklift, dan lift on lift off dua kali. Yang membuatnya bergerak: berat muatan, jenis kemasan, dan apakah pekerjaannya selesai dalam satu hari kerja.
Ongkos angkut lanjutannya terpisah. Sebagai contoh, Tanjung Priok ke Belawan untuk 40 kaki berada di Rp 26.190.000 dengan transit 5 sampai 6 hari. Jadi total per kontainer untuk contoh itu sekitar Rp 29,7 sampai Rp 31,2 juta.
Tiga hal: jumlah kontainer, berat per kontainer, dan jenis kemasan muatannya. Muatan dalam karung berbeda kecepatan bongkarnya dengan muatan berpalet atau berpeti kayu, dan itu mengubah berapa lama alat tertahan.
Untuk kiriman lebih dari lima kontainer, tarifnya bisa kami mintakan lebih baik ke penyedia.
Pertanyaan yang sering muncul: apakah leg domestik bisa memakai 40 HC seperti kontainer impornya. Bisa, tergantung ketersediaan peti pelayaran domestik pada saat booking. Unitnya dipastikan ketika booking dikunci, bukan dijanjikan di muka.
Cross stuffing adalah memindahkan muatan dari satu kontainer ke kontainer lain. Pada impor, ini dipakai ketika kontainer pelayaran asing tidak boleh keluar area pelabuhan sedangkan muatannya harus lanjut ke kota lain di Indonesia.
Untuk satu kontainer 40 kaki bermuatan sekitar 25 ton, kisarannya Rp 3.500.000 sampai Rp 5.000.000 per kontainer, sudah termasuk buruh, forklift, dan lift on lift off dua kali. Ongkos angkut lanjutan dihitung terpisah.
Kontainer milik pelayaran asing umumnya dibatasi pemakaiannya dan harus dikembalikan ke depo di area pelabuhan. Mengeluarkannya untuk pengiriman antar-pulau berisiko detention dan sering tidak diizinkan pemiliknya.
Pekerjaan dilakukan di depo atau CFS dengan alat angkat yang sesuai. Untuk muatan yang mudah rusak, kami sarankan palet atau peti kayu, dan itu dihitung terpisah dari biaya pindah muatan.