Total biaya impor terdiri dari beberapa komponen. Memahaminya membantu Bapak/Ibu memperkirakan modal. Untuk angka pasti, gunakan estimator/app kami yang selalu memakai tarif terkini.
Ongkos angkut (freight), laut (LCL/FCL) atau udara, dihitung dari berat/volume & rute.
Bea Masuk (BM), persentase dari nilai CIF, besarnya tergantung HS code (bisa 0% bila pakai FTA seperti Form E). Cek di INSW.
PPN 11%, dari nilai impor.
PPh Pasal 22 impor, umumnya 2,5% (bila importir ber-API) atau 7,5% (tanpa API), dari nilai impor.
Biaya kepabeanan & dokumen, pengurusan PIB, dsb.
Izin LARTAS (bila barang termasuk pembatasan).
Trucking / last-mile, antar ke alamat tujuan.
Persentase pajak (PPN 11%, PPh 2,5%/7,5%) adalah ketentuan yang berlaku umum; besar Bea Masuk berbeda per barang. Semua sudah dihitung otomatis di estimator app.
2. Cara menghitung (garis besar)
Nilai CIF (harga barang + asuransi + freight) menjadi dasar. Bea Masuk = %BM × CIF. Lalu PPN 11% & PPh 22 dihitung dari (CIF + BM). Detail langkahnya di cara hitung bea masuk & pajak impor.
3. Cara menekan biaya
Manfaatkan FTA (mis. Form E China = BM 0% bila Form E lengkap), Masterlist untuk mesin/barang modal, konsolidasi kiriman, dan pemilihan moda yang tepat. Kami bantu carikan skema paling hemat.
Harga real-time: tarif pengiriman terbaru, estimasi bea & pajak, serta Syarat & Ketentuan selalu mengikuti data resmi di aplikasi/website IndoExpress. Angka di sini tidak dicantumkan agar Bapak/Ibu selalu dapat harga yang berlaku saat ini.
Minimum 50 kg itu untuk jalur door to door reguler. Kiriman yang lebih kecil tetap bisa diimpor resmi lewat Drop Point konsolidasi DDP: mulai 10 kg (udara) atau 0,5 CBM (laut; Foshan/Guangzhou 0,5 CBM), harga sudah termasuk bea masuk, pajak, dan antar sampai alamat di Jakarta; kota lain: penerusan sampai gudang/pelabuhan kota tujuan, antar ke alamat dikonfirmasi ops. Perbandingan dua jalur itu ada di impor di bawah 100 kg.