Bila perusahaan Bapak/Ibu mengimpor dari pemasok yang sama setiap bulan, yang dibutuhkan bukan negosiasi ulang per kiriman, melainkan pola kerja yang tetap: satu RFQ untuk lane dan volume yang berulang, penawaran tertulis per lane, daftar dokumen yang sama setiap kali, dan status setiap kiriman di aplikasi yang bisa dilihat tim purchasing maupun gudang.
Sampaikan rute, jenis barang, dan perkiraan volume per bulan sekaligus. Penawaran tertulis disusun per lane dengan masa berlaku yang tercantum.
Nomor PO di setiap booking
Setiap kiriman di-booking di aplikasi dengan nomor PO atau referensi internal perusahaan, sehingga mudah dicocokkan dengan pembukuan dan penerimaan gudang.
Dokumen yang konsisten
Setelah kiriman pertama, daftar dokumen dan HS code sudah diketahui. Kiriman berikutnya cukup mengikuti pola yang sama, sehingga risiko koreksi di pelabuhan berkurang.
Status tanpa bertanya
Linimasa pelacakan aplikasi menampilkan posisi setiap kiriman, dari verifikasi dokumen sampai pengantaran.
Pola yang Umum di Perusahaan
Pola kiriman
Layanan yang biasanya cocok
Satu atau beberapa kontainer per bulan dari pelabuhan yang sama
Kontainer FCL lewat IDX Import Port to Port + IDX Customs Clearance (atas nama sendiri) atau IDX Import DTD DDP. Lihat impor kontainer FCL.
Beberapa pemasok kecil di kota asal yang sama
Laut LCL, atau IDX Import Drop Point Consol DDP bila volumenya kecil dan gudang asalnya tersedia.
Barang mendesak dalam jumlah tertentu setiap bulan
Udara lewat IDX Import Port to Port atau IDX Import DTD DDP (minimum 50 kg per AWB pada jalur reguler).
Bila perusahaan membutuhkan kesepakatan untuk periode tertentu, misalnya tarif per lane untuk beberapa bulan, sampaikan pola volume dan jangka waktunya di RFQ. Apa yang bisa kami sanggupi, termasuk masa berlaku dan ketentuannya, kami tuliskan di penawaran; yang tidak bisa, kami sampaikan apa adanya. Tidak ada komitmen lisan.
Alur Kerja untuk Perusahaan
RFQ. Tim purchasing, supply chain, atau ekspor-impor mengirim kebutuhan lewat WhatsApp, email, atau aplikasi: barang, rute, berat/volume, nilai barang, jadwal, dan status izin impor perusahaan.
Penawaran tertulis. Kami menyusun penawaran tertulis yang menyebut nama layanan, komponen yang termasuk dan tidak termasuk, serta masa berlakunya. Tidak ada angka lisan yang berubah di tengah jalan.
Booking di aplikasi. Setelah penawaran disetujui, booking dibuat di app.indoexpress.co.id. Nomor PO atau referensi internal perusahaan bisa dicantumkan di booking agar mudah dicocokkan dengan sistem pembelian Bapak/Ibu.
Dokumen. Commercial invoice, packing list, dan foto barang wajib diunggah sebelum tim operasional memproses kiriman. Dokumen tambahan (izin, sertifikat asal barang, MSDS) diminta sesuai jenis barang.
Pelacakan. Status kiriman, dari booking dikonfirmasi, verifikasi dokumen, penjemputan, sampai pengantaran, tampil di linimasa pelacakan aplikasi, sehingga tim Bapak/Ibu tidak perlu menanyakan posisi barang satu per satu.
Dokumen yang Disiapkan
Commercial invoice dan packing list (wajib).
Foto barang (wajib).
Bill of Lading (laut) atau Air Waybill (udara) dari pengirim.
Untuk impor atas nama perusahaan sendiri: NIB yang berlaku sebagai API dengan KBLI yang sesuai, NPWP, nama dan alamat consignee persis seperti di dokumen angkut, serta PIC.
Izin LARTAS bila barang memerlukannya, misalnya BPOM, SNI, SDPPI, karantina, atau persetujuan impor. Panduan: LARTAS & izin impor.
Sertifikat asal barang (Form E, Form D, dan sejenisnya) bila ingin memakai tarif preferensi; kelayakannya dicek per HS code.
Yang Kami Sampaikan Terbuka Sejak Awal
Cakupan biaya tertulis. Setiap layanan punya daftar termasuk/tidak termasuk; kartu “Cakupan Biaya” di aplikasi dan Syarat & Ketentuan yang mengikat.
PPN. Harga di aplikasi belum termasuk PPN; rinciannya tertulis di penawaran.
Storage & demurrage. Pada IDX Import DTD DDP ditanggung kami, kecuali akibat kesalahan atau keterlambatan dokumen dari pelanggan. Pada layanan port to port, ekspor, dan Nusantara ditanggung pelanggan.
Asuransi kargo. Tersedia atas permintaan. Untuk barang bernilai tinggi, sampaikan sejak RFQ.
Barang khusus. Barang LARTAS, barang berbahaya (DG), muatan berpendingin, dan muatan di luar ukuran standar diterima hanya setelah dikonfirmasi tertulis.
Kirim kebutuhan perusahaan Bapak/Ibu lewat WhatsApp atau email. Isian di bawah sudah kami siapkan di pesan, tinggal dilengkapi. Kami membalas pada jam kerja 08:30–17:30 WIB dan menyusun penawaran tertulis berisi layanan, cakupan biaya, dan masa berlakunya.
Kami tidak menjanjikan harga tetap tanpa melihat pola kirimannya. Sampaikan lane, volume, dan jangka waktu yang dibutuhkan di RFQ; ketentuan yang bisa kami sanggupi, termasuk masa berlakunya, dituliskan di penawaran.
Apakah setiap kiriman perlu penawaran baru?
Selama masih dalam masa berlaku penawaran tertulis dan polanya sama (lane, jenis barang, kisaran volume), kiriman cukup di-booking di aplikasi. Bila ada perubahan barang, rute, atau volume yang berarti, penawaran diperbarui.
Bisakah nomor PO kami dicantumkan?
Bisa. Formulir booking di aplikasi menyediakan kolom nomor PO atau referensi internal untuk monitoring.
Dokumen apa yang wajib untuk setiap kiriman?
Commercial invoice, packing list, dan foto barang wajib sebelum tim operasional memproses. Untuk impor atas nama perusahaan sendiri juga NIB yang berlaku sebagai API, NPWP, dan data consignee yang persis sama dengan dokumen angkut.
Bagaimana bila satu kiriman tertahan di pemeriksaan?
Kami kabarkan statusnya dan dokumen apa yang diminta petugas. Keputusan pemeriksaan ada di Bea Cukai; yang bisa kami kendalikan adalah kelengkapan dan konsistensi dokumen sejak awal, karena itu pola dokumen yang sama di setiap kiriman sangat membantu.
Kanal Resmi Perusahaan
PT. IndoExpress Logistics, Jl. Mitra Sunter Bulevar, Ruko Mitra Sunter Blok D No. 3A, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara 14350. WhatsApp +62 857-7232-7426, email admin@indoexpress.co.id, aplikasi app.indoexpress.co.id. Penawaran dan tagihan resmi hanya datang dari kanal ini; baca juga waspada penipuan.